Februari 01, 2013

Bukan Liverpudlian, Tapi KOPITE

 
 
    LIVERPUDLIAN ADALAH WARGA KOTA LIVERPOOL. Tidak ada
satupun quotes/ merchandises/chants/ yells resmi LFC yang menyebutkan kata "Liverpudlian" yang merujuk kepada arti supporter. Dan supporter LFC sebenarnya disebut KOPITE (dibaca:
Kopayt), sedangkan bentuk jamaknya adalah KOPITES (dibaca: Kopayts). Lantas dari manakah semua kesalah- kaprahan ini berasal? Dalam chant "Poor Scouser Tommy", ada lyrics:
"Oh, I am a Liverpudlian. And I come from The Spion Kop".
Inilah awal mula kesalah-kaprahan tersebut di INDONESIA.
Scouser Tommy

    Ya, benar, hanya di Indonesia saja kita mendengar pendukung LFC menyebut diri sebagai Liverpudlian. Di negara lain tak ada yang salah kaprah, mereka menyebut diri mereka
KOPITES. Adapun makna dari lyrics tadi: si Tommy ini adalah prajurit Inggris yang dikirim ke Libya saat Perang Dunia II.
Dan dicantumkanlah bahwa dia berasal dari divisi di kota Liverpool. Itulah sebabnya sebelum tewas, dia berkata bahwa dia adalah seorang Liverpudlian (warga kota
Liverpool). Namun, kecintaannya terhadap LFC membuat Tommy yang sedang sekarat pun tetap bangga mengaku sebagai seorang KOPITE (supporter LFC), dengan berkata bahwa dia tak hanya sebagai warga kota Liverpool semata, melainkan dia berasal dari The Spion Kop (salah satu tribun di stadion Anfield yang paling bawel ngechants pada saat itu).
 
     Dengan keterbatasan informasi di Indonesia, terutama di era 1970 - awal 1980 an dimana kaum muda hanya mengenal sepakbola luar negeri melalui Dunia Dalam Berita dan pertandingan final sepakbola hanya sesekali ditayangkan secara langsung oleh TVRI di pertengahan 1980 an,
ditambah dengan lebih mudahnya menghafal kataLiverpudlian (karena
memiliki susunan huruf yang mendekati Liverpool) dibandingkan "Kopites", membuat penyebaran kesalahan makna "Liverpudlian" ini menjadi semakin cepat dan malah menggeser Kopites sebagai istilah yang benar.

    Akhirnya pada saat pertengahan 1990 an dimana persaingan
TV Swasta mulai merebak, mengakhiri kejayaan tunggal RCTI dengan Decoder-nya, maka muncullah ide untuk menayangkan secara langsung pertandingan sepak bola Liga Inggris oleh salah satu Direktur Utama TV saat itu. Dan si presenter pertandingan di TV Indonesia kerap
menyebut kata "Liverpudlian" saat dia berceloteh mengenai supporter LFC.

    Lantas, dari manakah istilah KOPITES itu berasal? Ya, tepat. Rujukan kata itu bersumber dari THE KOP, atau The Spion Kop (salah satu tribun di stadion Anfield). 
The Spion Kop

    Awalnya, penggunaan istilah Kopites ini disematkan kepada orang2 keturunan Scandinavia, yang banyak berlabuh di Liverpool. Mereka ini lebih kasar, pemabuk, namun lebih "garis keras" dalam
mendukung tim sepakbola. Sedangkan penggunaan istilah The Kop ini bersumber dari penghargaan terhadap prajurit korban Second Boer War, dimana banyak prajurit Inggris yang tewas berasal dari kota Liverpool.
Nah, pada perkembangannya, LFC tampak lebih menarik untuk disimak, sehingga para Liverpudlian (warga kota Liverpool) mulai menyematkan istilah KOPITES kedalam diri mereka, karena mereka turut melebur kedalam suasana mendukung LFC.
   Walaupun artikel ini sudah sering/banyak muncul di berbagai website, bahkan Facebook tetapi masih saja banyak yang masih salah kaprah tentang Liverpudlian ini. Jadi, bagi anda yang ngefans sama Liverpool FC, sebutlah diri kalian Kopite, bukan Liverpudlian OK!
Sumber: Grup Facebook BIG REDS IOLSC Regional Bandung dengan perubahan

Terima kasih telah membaca posting diatas. Bila ada link yang tidak bisa diklik, cukup scrolling mouse Anda keatas dan kebawah agar link bisa diklik

0 komentar:

Copyright 2011 Stoppagetimes - Template by Kautau Dot Com - Editor premium idwebstore